Kamis, 19 April 2018

Mikroskop



A.    Mikroskop Cahaya Monokuler

Sesuai dengan namanya, Mikroskop cahaya adalah jenis mikroskop yang memanfaatkan cahaya sebagai sumber energi agar dapat memperbesar bayangan objek. Mikroskop cahaya menggunakan lensa untuk memusatkan cahaya pada objek yang akan diamati. Biasanya sekolah-sekolah di Indonesia menggunakan Mikroskop cahaya untuk alat belajar. Sumber cahaya yang dimanfaatkan bisa berasal dari cahaya matahari, bisa juga berasal dari cahaya lampu. Biasanya mikroskop cahaya memiliki tiga lensa objektif dengan masing-masing pembesaran lemah (4 atau 10 kali), sedang (40 kali), kuat (100kali), dan lensa okuler pembesaran 10 kali. Jadi kebanyak mikroskop cahaya memiliki pembesaran maksimum 1000 kali dari ukuran sebenarnya.


1.      Mekanisme kerja mikroskop cahaya monokuler yaitu
a.       Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai.
b.      Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver
c.       Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang).
d.      Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda
e.        Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam putarlah pemutar halus
f.       Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.
g.      Apabila telah selesai menggunakan, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab.
                                                                                     
2.      Adapun Kelebihan dan kekurangan mikroskop
Kelebihan : Tidak membutuhkan tempat yang luas, sehingga dapat dilihat oleh langsung oleh pengamat. 
Kekurangan : Tampilan gambar tidak sebagus mikroskop elektron, kadang kurang jelas. 




B.     Mikroskop Cahaya  Binokuler

Mikroskop Binokuler adalah jenis mikroskop cahaya yang dilengkapi dengan 2 jenis lensa okuler. Sehingga dalam mengamati sebuah objek akan terlihat secara jelas gambar efek 3 dimensi. Karena pada mikroskop ini menggunakan 2 mata dalam mengamati objeknya. Nama lain dari mikroskop binokuler adalah mikroskop stereo.
1.      Bagian-bagian mikroskop
a.       Lensa Okuler
Lensa ini adalah yang paling dekat dengan mata pengamat. Berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif.
b.      Lensa objektif
Lensa ini berada dekat pada objek yang diamati. Berfungsi membentuk bayangan nyata, terbalik, dan memperbesar objek. Kamu dapat mengatur lensa ini menggunakan revolveruntuk menentukan perbesaran bayangan  lensa objektif.
c.       Tabung Mikroskop (Tubus).
Tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus serta menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler
d.      Makrometer (Pemutar Kasar) dan Mikrometer (Pemutar Halus)
Makrometer berfungsi untuk menaik-turunkan tabung mikroskop secara cepat. Mikrometer berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat. Bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
e.       Revolver
 Revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
f.       Reflektor
Reflektor terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Bagian ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat.Cermin datar digunakan ketika cahaya yang dibutuhkan sudah mencukupi. Jika kurang, maka perlu menggunakan cermin cekung yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya dari luar.
g.      Diafragma
Diafragma berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk.
h.      Kondensor
Kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk. Alat ini dapat diputar dan dinaik-turunkan.
i.        Meja Mikroskop
Meja mikroskop berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan diamati.

j.        Penjepit Kaca
Penjepit kaca berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
k.      Lengan Mikroskop
Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangan pengamat agar tetap stabil.
l.        Kaki Mikroskop
Kaki mikroskop berfungsi untuk menyangga atau menopang alat agar tetap stabil.
m.    Sendi Inklinasi (Pengatur Sudut)
Sendi inklinasi berfungsi untuk mengatur sudut tegak alat agar pengamatan tetap dilakukan dengan nyaman walau harus berjam-jam
2.      Cara Kerja Mikroskop Binokuler
a.       Kabel ditancapkan pada mikroskop dan sumber listrik.
b.      Tombol "ON" dinyalakan sehingga lampu akan menyala. Terang cahaya lampu dapat diperbesar dengan menggeser pengatur besar kecil cahaya lampu mikroskop.
c.       Tuas diafragma digeser dari posisi MIN ke posisi MAX atau mendekati MAX agar diperoleh pencahayaan yang terang pada obyek yang sedang diamati.
d.      Preparat di pasang pada meja benda.
e.       Objek pada mikroskop pertama kali dicari pada perbesaran lemah (4 x 10) dengan cara memutar sekrup kasar mikroskop.
f.       Obyek dapat diperbesar atau diperjelas dengan menambah ukuran lensa okuler. Penambahan ukuran lensa okler dilakukan dengan menggeser revolver.
g.      Perubahan lensa okuler menyebabkan obyek yang telah tampak pada perbesaran lemah akan menjadi kabur. Obyek yang menjadi kabur dapat diperjelas dengan menggeser sekrup halus. Sekrup kasar mikroskop sebaiknya tidak digunakan ketika memperjelas obyek. Penggunaan sekrup kasar pada perbesaran kuat dapat menyebabkan pecahnya kaca benda atau preparat yang sedang diamati.

3.      Kelebihan dan kekurangan   
Kelebihan  : dengan lensa majemuk ini yakni tidak adanya kondensor dan jarak kerja yang cukup panjang serta kedalaman pandang yang lebih memadai.
Kekurangan : berasal dari system aperture numerical nya yang dibatasi oleh keberdaan jalur BEAM atau dikenal juga dengan istilah cahaya ganda. Hal tersebut membuat sesorang atau peneliti yang menggunakan mikroskop binokuler harus mengatur diameter objektif agar tampak lebih besar
C.    Mikroskop Elektron
Mikroskop Elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya.


1.      Bagian-Bagian Mikroskop
a.       Lensa okuler, berguna untuk me-zoom kembali bayangan dari lensa objektif. Untuk perbesarannya pada umumnya sekitar 6, 10, atau 12 kali. Disinilah sahabat menempelkan mata Anda untuk mengamati benda.
b.      Lensa objektif, selanjutnya ialah lensa objektif yang mempunyai fungsi untuk memperbesar bayangan objek. Untuk perbesarannya pada umumnya sekitar 10, 40, atau 100 kali dan umumnya ada 3 lensa. Sebelum Anda mengamati objek, sebelumnya sobat harus memberi minyak emersi ke benda sebelumnya, supaya nantinya bayangan yang dihasilkan lebih jelas.
c.       Diafragma, fungsinya untuk menyesuaikan sedikit banyaknya cahaya yang masuk. Gunanya sama dengan pupil yang terdapat pada mata kita.
d.      Kondensor, berguna untuk mengumpulkan berkas cahaya yang dipantulkan dari cermin dan memfokuskannya pada benda.
e.       Cermin, memiliki kegunaan untuk memantulkan cahaya luar menuju ke bagian kondensor dan diafragma.  
f.       Lengan mikroskop, berguna untuk pegangan untuk mengangkat mikroskop ke tempat lain.
g.      Tabung mikroskop, fungsinya untuk menghubungkan antara lengan okuler dengan lensa objektif.
h.      Revolver, gunanya untuk menyesuaikan perbesaran benda objektif yang kamu mau.
i.        Makrometer (pemutar kasar), memiliki kegunaan untuk menaikkan atau menurunkan tabung dengan cepat guna mensetting fokus dari gambaran objek yang sahabat mau.
j.        Mikrometer (pemutar halus), gunanya untuk menaikkan serta menurunkan tabung dengan lambat guna mensetting fokus dari gambaran objek yang kamu mau.
k.      Meja benda, berguna sebagai tempat untuk menempatkan preparat dan objek yang akan diamati. Terdapat 2 penjepit untuk menghimpit preparat agar tidak bergeser saat dilakukan pengamatan.
l.        Kaki Mikroskop, fungsinya sebagai penyangga dan tempat untuk memegang mikroskop ketika mau diangkat ke tempat lain.

Mikroskop elektron terbagi menjadi beberapa jenis, setiap jenis mempunyai cara kerja penggunaan berbeda. Meskipun berbeda ada 3 hal yang harus benar-benar diketahui dalam penggunaan mikroskop electron. Ketiga hal tersebut adalah mengenai preparat agar mendapatkan hasil yang bagus. Prisnsip penyediaan preparat untuk mikroskop electron sebagai brikut :
a.       Fiksasi
Ini bertujian untuk mematikan sel tanpa perlu mengupas struktur sel yang diamati. Adapun penggunaan fiksai yaitu dengan menggunakan senyawa kimia diantaranya glutaral dehida atau bisa disebut juga osmium teroksida.
b.      Membuat sayatan
Bertujuan memotong specimen setipis mungkin agar dapat diamati dengan mudah melalui mikroskop. Preparat atau objek dilapisi dengan resin dengan cara pemanasan, kemudian dilanjuti dengan pemotongan menggunakan mikrotom yang terbuat dari berlian setelah itu letakan sayatan yang telah terbentuk diatas cincin perak untuk diamati
c.       Pelapisan dan pewarnaan
Ini bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang diamati dengan lingkunagan yang ada disekitar. Adapun cara pelapisannya cukup menggunakan logam berat seperti uranium atau tibal


2.      Kelbihan Dan Kekurangan  
Kelebihan   : Menghasilkan gambar yang lebih besar, jelas dan lebih baik daripada microskop cahaya. 
Kekurangan : Membutuhkan proyektor dan ruangan yang luas untuk melihat hasil pengamatan. 

D.    Mikroskop Pender
Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknk ini protein anttibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna pendar. Karena reaksi Antibodi-Antigen itu besifat khas, maka peristiwa pendar akanan terjadi apabila antigen yang dimaksut ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna pendar.


1.Cara kerja mikroskop pender
Pertama-tama sel ditetsi serum khusus untuk memisahkan antigen dan protein. Cairan tersebut adalah cairan pendar yang bereaksi khas terhadap antigen. Dimana warna antara antibody (sel) tubuh dan warna antigen (benda asing) Nampak berbeda. Dari warna pendar antigen yang mencolok tersebut baru lah diamati dan dapat diketahui seperti apa antigen tersebut.
2.Kelebihan Dan Kekurangan Mikroskop Pender
Kelebihan  : Dapat mendeteksi benda asing atau anti gen seperti bakteri   dan virus. Dalam jaringan dan dapat mendeteksi agen etiologic atau respon imun pada specimen penderita penyakit infeksi yang dicurigai
Kekurangan :    Ukuran nya lebih besar dari pada mikroskop cahaya

E.     Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo adalah mikroskop yang digunakan untuk observasi dengan perbesaran rendah dari sampel yang berukuran relatif besar secara tiga dimensi. Mikroskop ini juga disebut mikroskop binokuler. Cahaya yang digunakan biasanya cahaya yang berasal dari pantulan sampel.
Mikroskop ini menggunakan dua jalur optik (dua lensa okuler) terpisah dengan dua lensa objektif dan lensa mata untuk memberikan sudut pandang yang lebih baik ketika menggunakan kedua mata. Susunan lensa seperti ini menghasilkan pencitraan tiga dimensi pada sampel yang akan diteliti. Stereomikroskopik (citra mikroskop stereo) digunakan untuk merekam dan memerika sampel padat dengan permukaan yang cukup kompleks yang membutuhkan pencitraan tiga dimensi untuk analisis yang lebih mendetail.


1.      Bagian-Bagian Mikroskop
a.       2 lensa objektif dan 2 lensa okuler sehingga bayangannya 3 dimensi dari pengamatan 2 mata. b. Memiliki bidang penglìatan yang luas dan jarak kerja yang panjang. Dengan demikian benda yang diamati cukup jauh, sehingga mikroskop ini dapat digunakan untuk pembedahan. Benda yang diamati dapat kering atau dalam medium air, tebal maupun tipis.  
b.      Mikroskop stereo mempunya pembesaran objek 1X atau 2X, okuler 10X atau 15X, dan pembesaran total sampai 30X.
c.       Meja sediaan berwarna putih. Kadang-kadang kaca pada meja tadi dapat dibalik dan berwarna hitam. Mikroskop semacam ini sesuai untuk pengamatan dengan penyinaran dari atas, dengan menggunakan lampu. Ada juga mikroskop stereo yang meja sediaanya terbuat dari kaca yang bening. Mikroskop semacam ini dapat digunakan untuk pengamatan dengan penyinaran dari atas maupun penyinaran dari bawah.  
d.      Mikroskop stereo tidak dilengkapi dengan kondensor maupun alat pengatur halus serta diafragma.
2.      Cara Menggunakan Mikroskop Stereo  
a.       Periksalah mikroskop yang akan dipakai. Bersihkan meja kacanya dengan lap dan lensa-lensanya dengan kertas lensa.  
b.      Gunakan meja sediaan warna putih untuk melihat objek yang tidak transparan dan penyinaran dari atas sedangkan untuk mengamati objek yang transparan sebaiknya menggunakan sinar dari bawah dan meja sediaan kaca yang bening. Akan tetapi dalam prakteknya tergantung dari kelengkapan mikroskop dan selera si pengamat.  
c.       Objek yang diamati dapat kering dan dapat pula terendam air, dengan meletakkanya di atas kaca objek, dalam cawan ataupun langsung di atas meja kaca.  
d.      Aturlah jarak kedua lensa okuler sehingga sesuai dengan jarak kfua mata. Jika telah sesuai, lapangan optik akan tampak berbentuk bulat.  
e.       Dengan kedua mata, objek dilihat melalui lensa okuler. Fokuskan objek dengan memutar sekrup pengarah.  
Setelah selesai bekerja, bersìkan meja sediaan, lalu simpan mikroskop tersebut dalam kotaknya dari dan kuncilaH
3.      Kelebihan Dan Kekurangan Mikroskop 
Kelebihan   : Ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandinhkan denan mikroskop cahaya 
Kekurangan : Tidak dilengkapi dengan kondensor ataupun diafragma seperti pada mikroskop lainnya. 

F.     Mikroskop Trinokuler
Mikroskop trinokuler merupakan alat-alat optik yang tidak tediri dari lensa-lensa kompleks yang dapat memperbesar bayangan dari benda-benda , tetapi ada sebuah kamera yang berfungsi untuk merekam dari pembiasan bayangan dari lensa-lensa akhirnya yang dapat diamati oleh pengamat. Mikroskop ini merupakan mikroskop yang bekerja karena adanya 3 lensa okuler.
Mikroskop trinokuler merupakan alat optik yang tidak hanya terdiri dari lensa-lensa kompleks yang dapat memperbesar bayangan dari benda-benda tetapi ada seperangkat LCD dan kamera yang berfungsi untuk merekam dan membiaskan bayangan dari lensa-lensa yang akhirnya dapat diamati oleh pengamat tanpa harus menggunakan lensa okuler.
Untuk mengoperasikan mikroskop trinokuler langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghubungkan mikroskop dengan sumber listrik, lalu tekan tombol power pada mikroskop trinokuler untuk menyalakan mikroskop. Letakkan preparat yang akan diamati diatas meja objek. Kemudian diatur intensitas cahaya agar benda atau objek dapat terlihat. Kamera digital dinyalakan dengan perbesaran tertinggi. Preparat diamati dengan menggunakan lensa objektif, dimulai dari perbesaran paling kecil hingga perbesaran tertinggi. Lalu atur fokusnya dengan menggerakkan makrometer ( menggerakkan meja objek ke atas bawah) atau mikrometer (menggerakkan meja kekanan kiri). Setelah fokus didapat, gambar bisa difoto menggunakan kamera digital, cara mengambil foto preparat dengan mengarahkan lensa kamera ke lensa objektif.


1.      Cara kerja mikroskop trinokuler
a.       Mikroskop trinokuler, kamera, dan preparat disiapkan
b.      Mikroskop trinokuler dihubungkan dengan sumber listrik dan dinyalakan
c.       Kamera dipasangkan kemikroskop dengan adaptor
d.      Preparat yang akan diamati diletakkan diatas meja benda, kemudian dijepit dengan penjepit
e.       Intensistas cahaya yang sesuai diatur
f.       Kamera dihidupkan, kemudian diatur mulai dari perbesaran yang tertinggi
g.      Preparat dilihat mulai dari perbesaran terendah ke perbesaran tertinggi
h.      Fokus dicari dengan menggunakan makrometer dan mikrometer pada knop
i.        Gambar preparat difoto

2.      Kelebihan dan kekurangan mikroskop trinokuler
Menurut Elizabeth (2010), kelebihan mikroskop trinokuler yaitu :
a.       Sudah menggunakan energi listrik dalam pengoperasiannya, sehingga tidak perlu mengandalkan cahaya matahari atau cahaya lampu.
b.      Pengamat kedua dapat mengakses spesimen dalam waktu bersamaan dengan pengamat utama yang menggunakan mikroskop
c.       Sudah dilengkapi dengan kamera digital untuk memfoto gambar preparat. Gambar ini selanjutnya dapat ditransfer ke komputer atau media lain sehingga gambar preparat yang telah ditemukan bisa dilihat lagi kapan saja.
Kekurangan mikroskop trinokuler :
a.       Karena menggunakan mikroskop trinokuler menggunakan energi listrik, maka penggunaanya sangat bergandung pada ketersediaan energi listrik. Apabila listrik padam maka mikroskop tidak dapat digunakan
b.      Bentuknya besar dan cukup berat sehingga sulit untuk dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain
c.       Perawatannya yang sulit dan harus sangat hati-hati
d.      Harganya relatif mahal
Menurut Sutanto (2007), kelebihan mikroskop trinokuler adalah
a.       Mikroskop menggunakan listrik untuk mengoperasikannya sehingga sumber cahaya tidak perlu dicari terlebih dahulu dan intensitas cahaya dapat diatur sesuai keinginan
b.      Gambar dapat didokumentasikan baik dalam bentuk gambar, foto atau data dalam komputer manapun kamera karena dapat disambungkan pada proyektor, komputer dan laptop
c.       Pengamatan langsung dengan mata masih dapat dilakukan melalui kedua lensa okuler didepan yang memungkinkan pengamatan lebih simple, praktis dan alat dapat dibawa ketempat lain dengan mudah
d.      Pengamatan dapat dilakukan bersama-sama dan memudahkan pengamatan karena mata menjadi tidak cepat lelah
e.       Penampilan kembali hasil pengamatan mudah dilakukan dan tanpa harus pengamatan ulang
Menurut Hariono (2009), kekurangan mikroskop trinokuler adalah :
a.       Mikroskop tidak dianjurkan untuk pemula karena banyak instrument digital sehngga terjadi kesalahan penggunaan akan berbahaya
b.      Lebih sensitif dripada mikroskop sederhana sehingga perawatannya lebih mahal dan jika terjadi kerusakan akan mengeluarkan biaya lebih mahal
c.       Harga mikroskop dan kameranya cukup mahal
d.      Mikroskop bergantung pada arus listrik sehingga saat listrik mati atau padam maka mikroskop tidak dapat digunakan














34 komentar:

  1. Saya hadir Buk -Rifara Suci Yulika

    BalasHapus